EJAAN DAN TANDA BACA

 Kelompok 3 :

Hena Silvia

Intan Tunandha Velani

 

Pengertian Ejaan

Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dan lain sebagainya) dalam tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca.

Ejaan mempunyai tiga aspek, yakni aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan abjad. Aspek morfologi yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis dan aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran tanda baca (Haryatmo Sri, 2009).


Fungsi Ejaan

Adapun fungsi ejaan adalah sebagai berikut :

§  Sebagai landasan pembakuan tata bahasa
§  Aebagai landasan pembakuan kosa kata dan peristilahan
§  Sebagai alat penyaring dari masuknya unsure-unsur bahasa lain baik kosa kata maupun istilah ke dalam Bahasa Indonesia
 
Macam-Macam Ejaan
1. Ejaan Van Ophuysen
Ejaan Van Ophuysen disebut juga Ejaan Balai pustaka. Masyarakat pengguna bahasa menerapkannya sejak tahun 1901 sampai 1947. Ejaan ini merupakan karya Ch.A. Van Ophuysen, dimuat dalam kitab Logat Melayoe (1901). Ciri khusus ejaan Van Ophuysen:
Ejaan ini digunakan untuk menuliskan kata-kata Melayu menurut model yang dimengerti oleh orang Belanda, yaitu menggunakan huruf latin dan bunyi yang mirip dengan tuturan Belanda.  
2. Ejaan Republik/Ejaan Suwandi
Ejaan Republik dimuat dalam surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mr. Soewandi No.264/Bhg. A tanggal 19 maret 1947.Sebab ejaan ini disebut sebagai Ejaan Suwandi. Sistem ejaan suwandi merupakan sistem ejaan latin untuk Bahasa Indonesia.
Ciri khusus Ejaan Republik/ Suwandi :
§  Huruf (oe) dalam ejaan Van Ophuysen berubah menada (u).
§  Tanda trema pada huruf (a) dan (i) dihilangkan.
Koma ‘ain dan koma hamzah dihilangkan. Koma hamzah ditulis dengan (k) misalnya kata’ menjadi katak
3. Ejaan Malindo
Ejaan Malindo (Melayu-Indonesia) adalah suatu ejaan dari perumusan ejaan melayu dan Indonesia.Perumusan ini berangkat dari kongres Bahasa Indonesia tahun 1954 di Medan, Sumatera Utara.Ejaan Malindo ini belum sempat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari karena saat itu terjadi konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia. 
4. Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan/EY
Pada Pada tanggal 16 Agustus 1972 Presiden Republik Indonesia meresmikan pemakaianEjaan Bahasa Indonesia. Peresmian ejaan baru itu berdasarkan Putusan Presiden No. 57,Tahun 1972. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarkan buku kecil yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, sebagai patokan pemakaian ejaan itu.
Karena penuntun itu perlu dilengkapi, Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, yang dibentuk oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya tanggal 12 Oktober 1972, No. 156/P/1972 (Amran Halim, Ketua), menyusun buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan yang berupa pemaparan kaidah ejaan yang lebih luas. Setelah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No. 0196/1975 memberlakukan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Pada tahun 1987 kedua pedoman tersebut direvisi. Edisi revisi dikuatkan dengan surat Putusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0543a/U/1987, tanggal 9 September 1987.
 
 
 
Pengertian Tanda Baca
Tanda Baca adalah symbol yang digunakan dalam setiap kalimat. Tanda baca ini memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda. Tanda baca tidak berhubungan dengan suara, namun memiliki peran dalam menunjukkan struktur kalimat , intonasi dan jeda yang perlu diperhatikan  saat membaca.
 
Pengertian Tanda Baca Menurut Para Ahli
Berikut ini merupakan pengertian tanda baca menurut para ahli antara lain :
1. Menurut Dr. Gorys Keraf
Menurut Dr. Gorys Keraf dalam buku komposisi sebuah pengantar kemahiran Berbahasa Indonesia halaman 13, bahwa tanda baca adalah tanda-tanda atau gambar-gambar yang menggambarkan unsure - unsur suprasemental dalam tutur untuk memudahkan pembaca mengikuti jejak bahasa lainnya.
 2. Menurut Drs.Abdullah
Menurut Drs. Abdullah tanda baca adalah tanda yang digunakan untuk menjelaskan maksud penulis agar informasi disampaikan tanda serah terima oleh pembaca.
 3. Menurut Prof. Dr. Dp. Tampubolon
Menurut Prof. Dr. Dp.Tampubolon dalam bukunya yang bejudul Kemampuan Membaca Teknik Membaca Efektif dan Efisien, halaman 33 mengemukakan bahwa tanda baca ialah lambang – lambang tulisan yang dipergunakan oleh penulis untuk melambangkan berbagai aspek bahasa lisan yang bukan bunyi – bunyi bahasa (fonem – fonem).  
4. Menurut Facharuddin, A.G 
Menurut Fachruddin, A.G. dalam buku bahasa Indonesia (buku Pegangan Mata Kulia Dasar Umum) halaman 33 tanda baca adalah tanda yang digunakan untuk melambangkan bahasa.
 
Fungsi Tanda Baca
Tanda baca memiliki beberapa fungsi diantaranya :
1. Mengatur intonasi saat seseorang membaca
2. Mengatur jeda saat seseorang membaca
3. Memberi penegasan pada kalimat
4. Menunjukkan penataan kata pda kalimat
5. Memisahkan unsure-unsure dalam suatu perincian
6. Memisahkan antara induk kalimat dengan anak kalimat
 
 
 
Macam-Macam Tanda Baca Dan Penggunaannya
1. Tanda Ttitik ( . )
Fungsinya :
§  Sebagai tanda untuk mengakhiri kalimat.
§  Untuk menulis singkatan, contoh : a.n. yang merupakan singkatan dari atas nama.
§  Untuk menulis pembatas singkatan pada gelar, contoh : S.Psi
2. Tanda Koma ( , )
Fungsinya :
§  Digunakan dalam pemerincian.
§  Digunakan untuk penghubung antar kalimat. Contoh : meskipun demikian ,
§  Digunakan untuk memisahkan petikan langsung  dari bagian lain dalam kalimat.
3. Tanda Tanya ( ? )
Fungsinya :
§  Digunakan untuk meneunjukkan kalimat tanya atau interogatif.
§  Digunakan untuk menyatakan kalimat yang bersifat ambigu.
4. Tanda Seru ( ! )
Fungsinya :
§  Digunakan untuk menunjukkan seruan atau kalimat perintah .
5. Tanda Kurung  (  ( )  )
Fungsinya :
§  Digunakan untuk mengapit keterangan yang tidak termasuk dalam kalimat utama.
§  Digunakan unruk mengapit keterangan atau penjelas.
6. Tanda hubung ( - )
Fungsinya :
§  Digunakan untuk menyambung kata yang berulang-ulang, contoh : laying-layang
§  Digunakan untuk menandai bahwa kalimat tersebut terpenggal akibat pergantian baris
 7. Tanda Petik ( “ “ )
Fungsinya :
§  Digunakan untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari  naskah atau pembicaraan lainnya
§  Digunakan untuk mengapit kata yang kurang dikenal
8. Tanda Titik Dua ( : )
Fungsinya :
§  Digunakan dalam penulisan dialog
§  Digunakan untuk menyatakan pernyataan yang diikuti perinciannya
9. Tanda Titik Koma ( ; )
Fungsinya :
§  Digunakan pada akhir perincian yang bentuknya berupa klausa atau kalimat
§  Digunakan sebagai tanda hubung pada kalimat yang setara atau berkaitan
10. Garis Miring ( / )
Fungsinya :
§  Digunakan dalam penomoran surat, penanda periode tertentu, dan alamat.
 
Demikian artikel tentangejaan dan tanda baca. Semoga bermanfaat. Selamat membaca.

 

 

Komentar

  1. Artikelnya sangat bermanfaat jadi tambah tau tentang ejaan dan tanda Baca☺

    BalasHapus
  2. Sangat bermanfaat sekali untuk artikelnya

    BalasHapus
  3. Wah artikelnya sangat bermanfaat dan dapat menambah ilmu tentang ejaan dan tanda baca

    BalasHapus
  4. Kerennn bgt,,, sangat menambah pemahaman tentang ejaan dan tanda baca

    BalasHapus
  5. Artikelnya bermanfaat dan Bagus banget, menambah pengetahuan tanpa tentang berbagai ejaandan tanda baca

    BalasHapus

Posting Komentar